Konfigurasi SSH (Secure Shell)

Posted: April 9, 2013 in Jaringan, Linux

A.       Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

  • Mahasiswa dapat melakukan installasi dan konfigurasi SSH.
  • Mahasiswa dapat menganalisa hasil dari SSH .

B.        DASAR TEORI

      a.         Pengertian

Secure Shell atau SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat jaringan. Terutama banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun shell, SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet.

SSH menggunakan kriptografi kunci publik untuk mengotentikasi komputer remote dan biarkan komputer remote untuk mengotentikasi pengguna, jika perlu. SSH biasanya digunakan untuk login ke mesin remote dan mengeksekusi berbagai perintah, tetapi juga mendukung tunneling, forwarding TCP port dan X11 connections; itu dapat mentransfer file menggunakan terkait SFTP atau SCP protocols. SSH menggunakan klien-server model. Yang standar TCP port 22 telah ditetapkan untuk menghubungi server SSH. Sebuah klien program SSH ini biasanya digunakan untuk membangun koneksi ke SSH daemon untuk dapat diremote. Keduanya biasanya terdapat pada sistem operasi modern, termasuk Mac OS X, Linux, FreeBSD, Solaris dan OpenVMS. Tersedia versi berpemilik, freeware dan open source untuk berbagai tingkat kerumitan dan kelengkapan.

       b.      Fungsi

Menggantikan remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman untuk mengakses mesin secara remote SSH memungkinkan kita mengamankan koneksi dari pembajakan

C.      ALAT DAN BAHAN

  1. 3 Buah PC / Laptop
  2. Buku Kerja Mahasiswa ( BKPM )
  3. Software Oracle Virtual Box

D.     METODOLOGI

  1. Koneksikan 3 PC menggunakan Jaringan AD-HOC
  2. Setting IP pada masing – masing PC ( Windows dan Linux )
  3. Lakukan tes koneksi Client ke alamat domain ( PC DNS Master dalam keadaan mati )

E.        TUGAS

  1. Lakukan konfigurasi pada ssh untuk permasalahan sebagai berikut:
    • User root tidak dapat login via ssh, Pertama lakukan cek ip pada linux server dan client

Ip pada linux server yaitu:

1

Ip pada linux client yaitu:

2

Lakukan konfigurasi pada ssh server.

3

Rubah permission login menjadi no

4

Lalu restart ssh server.

5

Setelah selesai mengkonfigurasi pada ssh server, coba lakukan remote user pada client.

6

  • Rubah informasi banner dari login ssh, Pertama lakukan cek koneksi IP client dan server

7

Pada IP Server

8

Pada IP Client

8

Install aplikasi figlet

9

Lakukan perintah seperti dibawah ini untuk menyimpan banner ke directory ssh

10

Untuk melihat hasil pemberian banner

11

Lakukan konfiurasi pada file sshd_config

12

Tambahkan perintah dibawah ini pada akhir file

13

Lakukan restart ssh

14

Cek hasil konfigurasi banner pada client

15

  • Ssh dapat diakses dari ip address tertentu, Lakukan konfigurasi pada file deny.host

16

Tambahkan kode seperti dibawah ini

17

Hasil dari pembatasan akses berdasarkan IP address

18

Hasil dari ifconfig

18

  • Ssh dapat diakses dari user/pengguna tertentu

Lakukan konfigurasi pada sshd_config

20

Tambahkan kode seperti dibawah ini pada akhir file

21

Restart ssh untuk melihat hasil

22

Hasil

23

  •  Mengatur waktu login remote server

Lakukan konfigurasi pada sshd_config

29

Tambahkan kode seperti dibawah ini pada akhir file

24

Restart ssh untuk melihat hasil

25

Hasil

26

  • Tambahan konfigurasi pada ssh, Setting grace time (mengatur waktu pemberian password pada saat melakukan remote)

Lakukan konfigurasi LoginGraceTime pada file sshd_config

27

Hasil dari pembatasan waktu login password

28

END.

  1. DASAR TEORI
    1. 1.      Pengertian

DNS (Domain Name Server) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.

DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

DNS juga memiliki arti untuk mengidentifikasi setiap komputer sebagai titik dalam suatu jaringanInternet yang menggunakan bantuan sistem protokol internet adress untuk menerjemahkan dari suatu nama domain ke IP dan begitu juga sebaliknya.

DNS Slave Konsep dari DNS Master dan DNS slave adalah saling bertukar IP agar bisa terkoneksi satu sama lain.

sehingga setiap konfigurasi yang disetting atau di update di master, slave akan mendapatkan konfigurasi yang sama dengan master.

  1. 2.      Fungsi
    1. Kerangka Peraturan pengiriman secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.
    2. Menyediakan keluwesan untuk kegagalan computer. Beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya,Tiga belas server akar (root server)digunakan oleh seluruh dunia.
  1. 3.      Keunggulan
    1. DNS mudah untuk di implementasikan di protocol TCP/IP
    2. DNS server mudah untuk di konfigurasikan(Bagi admin)
    3. User tidak lagi di repotkan untuk mengingat IP address
  1. ALAT DAN BAHAN
    1. 3 Buah PC / Laptop
    2. Buku Kerja Mahasiswa ( BKPM )
    3. Software Oracle Virtual Box
  1. C.      METODOLOGI
    1. Koneksikan 3 PC menggunakan Jaringan AD-HOC
    2. Setting IP pada masing – masing PC ( Windows dan Linux )
    3. Setting PC 1 sebagai DNS Master
    4. Setting PC 2 sebagai DNS Slave
    5. Setting PC3 sebagai Client
    6. Lakukan tes koneksi Client ke alamat domain ( PC DNS Master dalam keadaan mati )
  1. D.     HASIL PRAKTIKUM

1

DNS MASTER

DNS Slave

Client

Setting IP ( Windows )

IP             : 192.168.1.1

Netmask : 255.255.255.0

Gateway : 192.168.1.1

    Setting IP ( Windows )IP             : 192.168.1.2Netmask : 255.255.255.0Gateway : 192.168.1.1

Setting IP ( Windows )

IP             : 192.168.1.2

Netmask : 255.255.255.0

Gateway : 192.168.1.1

Setting IP ( Linux )

IP             : 192.168.1.11

Netmask : 255.255.255.0

Gateway : 192.168.1.11

Setting IP ( Linux )

IP             : 192.168.1.12

Netmask : 255.255.255.0

Gateway : 192.168.1.11

Setting IP ( Linux )

IP             : 192.168.1.13

Netmask : 255.255.255.0

Gateway : 192.168.1.11

  1. 1.      KONFIGURASI
  2. DNS Master
  • Koneksikan 3 PC menggunakan Wireless AD-HOC

2

  • Setting IP Pada Windows

3

  • Setting IP Interface pada Linux

4

Setting DNS

  • Konfigurasi File kelompok1.com pada folder bind

5

  • Konfigurasi File 1.168.192 pada folder bind

6

  • Konfigurasi File /etc/bind/named.conf.default-zone

7

  1. DNS Slave
  • Koneksikan 3 PC menggunakan Wireless AD-HOC

8

  • Setting IP Pada Windows

9

  • Setting IP Interface pada Linux

7

Setting DNS

  • Konfigurasi File /etc/bind/named.conf.default-zone

11

  • Konfigurasi File /var/cache/bind/kelompok4.com ( otomatis di dapat dari server Master)

12

  • Konfigurasi File /var/cache/bind/4.168.192.rev ( otomatis di dapat dari server Master)

13

  1. Client
  • Koneksikan 3 PC menggunakan Wireless AD-HOC

14

  • Setting IP Pada Windows

15

  • Setting IP Interface pada Linux

16

  • Setting Alamat DNS /etc/resolv.conf

17

  1. TEST KONEKSI

Test Koneksi dilakukan dengan keadaan Server Master dalam keadaan mati.

  1. Ping Dari Client
  • Windows

18

  • Linux

19

Nslookup Dari Client

20

END.

package tugasmatrix;
// Nama package merupakan tugasmatrix

import java.util.Scanner;
//Digunakan untuk dapat menginputkan dari keyboard

// @author hervinda

public class Main
// class java yang bernama Matrix yang dapat diakses secara public
{
public static void main(String[] args)
// Fungsi utama dari perkalian matrix
{
System.out.println(“Perkalian Matrix 2×2 dengan Matrix 2×3”);
Scanner input= new Scanner(System.in);

int a[][]= new int[2][2];
// Inisialisasi array a dua dimensi sebagai matrix yang mempunyai ordo 2×2 dengan a mempunyai tipe data interger.

int b[][]= new int[2][3];
// Inisialisasi array b dua dimensi sebagai matrix yang mempunyai ordo 2×3 dengan b mempunyai tipe data interger.

int c[][]= new int[2][3];
// Inisialisasi array c dua dimensi sebagai matrix hasil perkalian matrix 2×2 dan 2×3 yang menghasilkan matrix dengan ordo 2×3 juga sebagai c.

System.out.println(“\nInputkan Nilai Matrix Ordo 2×2= “);
for(int i=0; i<=1; i++)
// Perulangannya menggunakan for dengan i untuk perulangan baris matrix yang menggunakan tipe data integer samadengan 0 dengan i lebih kecil sama dengan 1 dan iterasi i increment.

{
for(int j=0; j<=1; j++)
// Untuk j merupakan kolom pada matrix ordo 2×2 dengan tipe data integer dengan j=0 dan j lebih kecil samadengan 1 dan iterasi pada j increment.
{
System.out.print(“[“+i+”][“+j+”]: “);
a[i][j]= input.nextInt();
// Sintax diatas digunakan untuk memasukkan inputan pada array a pada baris i dan kolom j.

}
}

System.out.println(“\nInputkan Nilai Matrix Ordo 2×3= “);
for(int k=0; k<=1; k++)
// Untuk k merupakan alamat baris pada matrix matrix ordo 2×3 dengan tipe data integer k=0 dan k lebih kecil sama dengan 1 dan iterasi pada k increment

{
for(int l=0; l<=2; l++)
// Untuk l merupakan alamat baris pada matrix ordo 2×3 dengan tipe data integer l=0 dan l lebih kecil samadengan 2 dan iterasi l increment.
{

System.out.print(“[“+k+”][“+l+”]: “);
b[k][l]= input.nextInt();
// Untuk sintax diatas digunakan untuk memasukkan inputan pada array b pada baris k dan kolom l.
}
}

c[0][0]= a[0][0]*b[0][0]+a[0][1]*b[1][0];
c[0][1]= a[0][0]*b[0][1]+a[0][1]*b[1][1];
c[0][2]= a[0][0]*b[0][2]+a[0][1]*b[1][2];
c[1][0]= a[1][0]*b[0][0]+a[1][1]*b[1][0];
c[1][1]= a[1][0]*b[0][1]+a[1][1]*b[1][1];
c[1][2]= a[1][0]*b[0][2]+a[1][1]*b[1][2];
// Sintax diatas merupakan rumus dari perkalian matrixnya yang sesuai dengan indexnya masing-masing pada matrix a dan b yang akan tersimpan pada array.
// c[0][0]= a[0][0]*b[0][0]+a[0][1]*b[1][0];
c[0][0] merupakan hasil dari perkalian pada index 0
dan rumusnya pada matrix a baris yang berindex 0 dan kolom yang berindex 0 dikalikan matrix b baris yang berindex 0 dan kolom yang berindex 0 kemudian ditambahkan perkalian dari matrix a pada baris yang berindex 0 dan kolom yang berindex 1 dikalikan matrix b baris yang berindex 1 dan kolom yang berindex 0.
// perkalian pada matrix intinya baris dikalikan kolom

System.out.println(“\nMatrix 2×2 * Matrix 2×3= “);
for(int m=0; m<=1; m++)
{
for(int n=0; n<=2; n++)
{
System.out.print(c[m][n]+”\t”);
}
System.out.println(“”);
}
//Perulangan diatas digunakan untuk menampilkan hasil dari perkalian matrix ordo 2×2 dan 2×3 dan menghasilkan matrix ordo 2×3 juga. Pada m merupakan baris dari matrix hasil perkalian dan n merupakan kolomnya.

}
}

Output:

 

Bismillahirrahmanirrahim

setelah kemarin berhasil root + overclock galmin 2 punya tmen ane,sekarang ane mau berbagi ilmu sama agan2 sekalian yang mungkin punya galmin 2 ini aka jena dan gk tau harus liat tutorial dan bahan darimana,silahkan di liat dimari. Cekidot

Download dulu bahan2 rootnya dimari :

1. Clockworkmod jena 5.2.0.8.tar.md5

2. Superuser-3.2-RC2-arm-signed.zip

3. Samsung usb driver (Optional) jika tidak punya kies/driver samsung

4. Odin 3 v1.85

Tutorial :

1. Download semua bahan di atas,untuk samsung usb driver bisa langsung di install di kompi/laptop agan2 sekalian yang belum punya kies/belum terinstall driver samsung sebelumnya

2. Extract odin yg sudah di download di atas lalu jalankan odin.exe nya dan lihat gambar di bawah

Image Hosted by ImageShack.us

3. matikan jena agan lalu masuk ke download mode (volume down + home + power)

4. colokan jena ke kompi agan nanti di odin akan ada kotak kuning seperti no 1 pada gambar di atas (com dengan angka berapapun tidak berpengaruh terhadap jalanya flash)

5. ceklis pda lalu pilih file pda : Clockworkmod jena 5.2.0.8.tar.md5 yg sudah di download tadi

6. pastikan yang tercentang di odin hanya auto reboot dan F.reset time

7. jika semua sudah sama seperti gambar pencet tombol start dan tunggu sampai prosesnya selesai

Image Hosted by ImageShack.us

8. Sekarang pindahkan file Superuser-3.2-RC2-arm-signed.zip ke internal/external galaxy jena agan(ane lupa kemaren taro dimana,taro di ke 2 nya aja biar gak bingung,hehe) lalu matikan galaxy jena agan

9. lalu masuk ke cwm recovery dengan cara menekan tombol (Vol up + Down + home + power) lalu pilih install zip from sdcard>Choose zip fromsdcard>lalu pilih Superuser-3.2-RC2-arm-signed.zip yg tadi sudah di pindahkan dan tunggu sampai selesai

10. ttaaaaarrrraaaaaa Galaxy jena agan sekarang sudah berhasil di root dan ada aplikasi superusernya

11. DWYOR ya agan2 ane gak tanggung jawab kalo jenanya knp2 dan kalo ada tutorial ane yang salah mohon di koreksi

—semoga berhasil—

Thx to : Kaskus dan Mastah Squadzone 🙂

Baca selengkapnya..
Diposkan oleh iqbal244 di 18:03 4 komentar

Program Factorial

Posted: October 3, 2012 in Pemrograman, TugasPBO

import java.util.Scanner;
public class Main {
public static void main(String[] args){
Scanner coba = new Scanner(System.in);
//inisialisasi
int a;
int b = 0;
int c = 1;
//untuk memasukkan inputan
System.out.print(“Masukkan nilai a : “);
a = coba.nextInt();
//proses factorial
for (int i=1; i<=a;i++){
b = i * c;
c = b;
}
//untuk memunculkan hasil dari factorial
System.out.println(“Hasil faktorial dari ” +a +” adalah : ” +b);
}
}

pada scribt berikut:
import java.util.Scanner;
digunakan untuk menscan apa saja yang akan diimputkan nanti pada keyboard.

int a;
int b = 0;
int c = 1;
digunakan sebagai inisialisasi yang akan dibutuhkan nanti.

System.out.print(“Masukkan nilai a : “);
a = coba.nextInt();
pada scribt ini berfungsi sebagai untuk dapat memasukkan inputan dengan menggunakan keyboard.

for (int i=1; i<=a;i++){
b = i * c;
c = b;
terjadi proses factorial dengan cara awal nilai i =1 dan akan bertambah hingga nilai inputan yang dimassukkan tadi. Dan nilai i tersebut akan dikalikan dengan nilai c, hasilnya akan masuk pada nilai b. Proses selanjutnya hasil yang tadi dimasukkan di nilai b akan digandakan pada nilai c. Ini akan dilakukan sampai nilai i menjadi nilai yang dimasukkan tadi.

System.out.println(“Hasil faktorial dari ” +a +” adalah : ” +b);
untuk memunculkan hasil factorial pada program diketikkan scribt di atas, dengan memanggil nilai pada a untuk nilai yang dimasukkan tadi dan nilai b un

Program Pengukuran Luas

Posted: September 20, 2012 in Pemrograman, TugasPBO

import java.util.Scanner;

public class train {
public static void main(String[] args) {

Scanner stdin = new Scanner(System.in);
System.out.println(“\n==== Program Pengukuran Luas ====”);

int a=1;
do{
System.out.println(“\n\n== Pilihan :  ==”);
System.out.println(“1 : Luas Persegi”);
System.out.println(“2 : Luas Persegi Panjang”);
System.out.println(“3 : Luas Segitiga”);
System.out.println(“4 : Keluar”);
System.out.print(“\nPilihan Anda : “);

int pilihan= stdin.nextInt();
switch(pilihan) {
case 1 :
Scanner coba = new Scanner(System.in);
int sasa, sisi;
System.out.print(“Masukkan nilai a : “);
sasa = coba.nextInt();
System.out.print(“Masukkan nilai b : “);
sisi = coba.nextInt();
int luaspersegi=sasa*sisi;

System.out.println(“Luas Persegi Adalah : ” +luaspersegi);
break;
case 2 :
Scanner coba2 = new Scanner(System.in);
int panjang, lebar;
System.out.print(“Masukkan Nilai Panjang : “);
panjang = coba2.nextInt();
System.out.print(“Masukkan Nilai Lebar : “);
lebar = coba2.nextInt();
int luas=panjang *lebar;

System.out.println(“Luas Persegi Panjang Adalah : “+luas);

break;
case 3 :
Scanner coba3 = new Scanner (System.in);
int alas, tinggi;
System.out.print(“Masukkan Panjang Alas : “);
alas = coba3.nextInt();
System.out.print(“Masukkan Panjang Tinggi : “);
tinggi = coba3.nextInt();
double segitiga =0.5 * alas * tinggi;
System.out.println(“Luas Segitiga Adalah : “+segitiga);
break;
case 4 :
System.exit(0);
break;
default:System.out.print(“Pilihan Salah!”);
}
}
while(a==1);
}
}

DHCP Server

Posted: September 19, 2012 in Jaringan

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur Client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.

  • DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
  • DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada client, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

Pada DHCP Server terdapat bagian-bagian dari DHCP Server, antara lain:

  1. DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

  1. DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

  1. DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.

Thinstation

Posted: September 18, 2012 in Jaringan

Thinstation adalah open source “thin client” operating system dan beberapa program yang memungkinkan computer client terhubung ke server melalui jaringan. Thinstation dibuat berdasarkan Linux, tetapi user mungkin tidak akan melihat Linux sama sekali jika dihubungkan secara langsung dengan Microsoft Windows Server, Cintix Server atau Unix Server. User akan merasa terhubung langsung dengan server. Thinstaion juga mendukung Microsoft Windows-only Environment dan tidak membutuhkan pengetahuan Unix/Linux.

Thinstation tidak memerlukan memory internal (HD, CDROM, Floppy Drive). Mungkin dalam realisasinya thinstation juga akan membutuhkan peranti di atas, hanya saja digunakan pada saat booting. Thinstation mengenal 4 cara untuk melakukan booting untuk setiap clientnya, yaitu:

  1. Booting melalui boot ROM yang terdapat pada LAN Card
  2. Booting melalui Hardisk
  3. Booting melalui CDROM (CD)
  4. Booting melalui Floppy drive (disket)

Beberapa pilihan diatas dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan, apabila terdapat kesulitan dalam menemukan boot ROM pada LAN Card.